Klasifikasi Tingkat Tantrum Anak Berdasarkan Pola Asuh Orang Tua Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan
Keywords:
Tantrum Anak, Pola Asuh Orang Tua, Jaringan Syaraf Tiruan, Self-Organizing Map, KohonenAbstract
Perilaku tantrum anak usia dini merupakan bentuk ledakan emosi yang sering terjadi akibat ketidakmampuan anak dalam mengendalikan perasaan. Pola asuh orang tua memiliki peran penting membentuk kemampuan anak dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat tantrum anak berdasarkan pola asuh orang tua menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST), khususnya model Self-Organizing Map (SOM) / jaringan Kohonen. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi terhadap 100 responden orang tua anak usia 2–6 tahun. Variabel yang diukur meliputi aspek pola asuh (kedisiplinan, kehangatan, komunikasi, hukuman, dan keterlibatan) serta indikator perilaku tantrum (frekuensi, durasi, dan intensitas). Data yang diperoleh diproses melalui tahap normalisasi dan dianalisis menggunakan jaringan SOM dengan bantuan perangkat lunak Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan Kohonen mampu mengelompokkan pola hubungan antara tipe pola asuh dan tingkat tantrum anak menjadi beberapa klaster utama. Pola asuh demokratis cenderung berkorelasi dengan tingkat tantrum rendah, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif memiliki kecenderungan menghasilkan tingkat tantrum sedang hingga tinggi. Penelitian ini membuktikan penerapan jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk menganalisis data sosial dan perilaku secara objektif. Temuan ini diharapkan memberikan masukan bagi orang tua, pendidik, dan peneliti dalam memahami hubungan antara pola asuh dan pengendalian emosi anak.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syamsiah, Agus Darmawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



